Gedung Bank Danamon. (FOTO: Istimewa)

Bank Danamon Jadi Pengendali Home Credit

Jakarta, SIARD — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (berkode saham BDMN), sepanjang semester pertama 2026, konsisten merealisasikan fokus strategis perseroan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup.

Salah satu aksi korporasi yang dilakukan Danamon adalah penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia (HCI), yang menjadikan Danamon sebagai Pemegang Saham Pengendali HCI.

“Kami optimis melewati paruh kedua tahun ini dengan fondasi finansial kuat dan manajemen risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta didukung oleh MUFG sebagai perusahaan induk, anggota grup perusahaan, dan para mitra strategis untuk memberikan solusi finansial holistik kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan Danamon, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” kata Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki dalam keterangan resminya, Kamis 30 Juli 2026.

Baca Juga: Danamon Layani Tukar Uang Kertas Baru Sambut Idul Fitri

Sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan solusi keuangan holistik yang terintegrasi, tambah Nobuya, Danamon terus memperkuat sinergi dalam lingkup grup perusahaan.

Dalam rangka pemenuhan persyaratan pembentukan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional dan Konglomerasi Keuangan MUFG (KK MUFG), Danamon melakukan penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia yang efektif tanggal 24 Juni 2026, dengan melakukan pembelian saham HCI yang sebelumnya dimiliki oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

Melalui penyertaan modal tersebut, Danamon menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) HCI. Dalam perannya sebagai PSP, Danamon berkomitmen untuk memastikan pengelolaan dan pengembangan bisnis HCI sejalan dengan komitmen berkelanjutan Danamon untuk bertransformasi menjadi satu grup finansial terkemuka bersama MUFG sebagai Perusahaan induk, serta anggota grup lainnya.

“Sinergi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kemampuan grup dalam menyediakan solusi keuangan yang holistik dan berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Nobuya.

Laba Bersih Naik 33 Persen

Sepanjang periode sementer pertama tahun ini, Danamon membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,4 triliun, tumbuh 33 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year). Kinerja profitabilitas yang sehat ini didukung pertumbuhan total kredit dan trade finance konsolidasian1 sebesar 12 persen secar, a year-on-year, yang sejalan dengan pertumbuhan simpanan nasabah sebesar 14 persen.

Sementara itu, aktivitas intermediasi Danamon menunjukkan performa yang solid sepanjang paruh pertama 2026. Danamon mencatatkan total kredit dan trade finance konsolidasian tumbuh sebesar 12 persen secara year-on-year hingga mencapai Rp230,1 triliun.

Pertumbuhan total kredit dan trade finance ditopang oleh performa pada lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution yang naik sebesar 19 persen menjadi Rp109,7 triliun, serta diikuti dengan pertumbuhan berkelanjutan dari lini bisnis SME Banking, Consumer Banking, dan anak perusahaan Danamon.

Pada sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account atau CASA) dan deposito konsolidasian sebesar Rp181,7 triliun, meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Danamon terus mencatatkan pertumbuhan profitabilitas yang solid, ditopang oleh ekspansi bisnis yang berimbang dan pengelolaan risiko yang berhati-hati. Pendapatan operasional meningkat tujuh persen secara year-on-year menjadi Rp12,6 triliun, yang turut mendukung pencapaian laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp2,4 triliun. Sejalan dengan hal tersebut, Danamon membukukan margin bunga bersih (NIM) sebesar 8,1 persrn.

Kualitas aset Danamon juga tetap terjaga seiring dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Per 30 Juni 2026, rasio Loan at Risk (LAR), berhasil diturunkan menjadi 7,8 persen, membaik 263 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di saat yang sama, Danamon terus mempertahankan tingkat pencadangan yang solid, tercermin dari rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) yang mencapai 282,4 persen. (asp)

Baca Juga: Home Credit Ungkap Kebutuhan Banyak Dibeli Selama Ramadhan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *